Home / Berita / Direktur KKH Ajak Pemilik Konsesi Berbagi Ruang dengan Gajah
Direktur KKH Kementerian LHK, Indra Eksploitasia dan Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga memotivasi peserta pelatihan BMP untuk konsisten dan berinovasi dalam menerapkan praktik-praktik baik konservasi gajah Sumatera di wilayahnya.
Direktur KKH Kementerian LHK, Indra Eksploitasia dan Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga memotivasi peserta pelatihan BMP untuk konsisten dan berinovasi dalam menerapkan praktik-praktik baik konservasi gajah Sumatera di wilayahnya.

Direktur KKH Ajak Pemilik Konsesi Berbagi Ruang dengan Gajah

PEKANBARU – Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Indra Exploitasia mengajak pemilik konsesi berbagi ruang hidup dengan gajah.Berbagi ruang hidup yang dimaksud adalah bagaimana memperlakukan satwa di habitatnya dengan arif.

Hal tersebut disampaikan Indra di depan peserta Pelatihan Best Management Practices (BMP) Konservasi Gajah Sumatera, 26 Juli 2018 di Hotel Pesona Pekanbaru.”Satwa tidak mengenal habitat di luar atau dalam konservasi. Mengelola gajah harus arif hingga bisa hidup berdampingan. Saat ini ruang habitat gajah sudah terfragmentasi, hingga perlu tindakan bersama untuk menjaga agar mereka tetap bisa hidup di habitatnya,” jelas Indra.

Direktur KKH juga berharap, praktik-pratik baik konservasi gajah di Riau bisa menjadi role model hidup berdampingan dengan gajah. “Yang kami perlukan adalah role model yang memang kelihatan. Saya mengharapkan kegiatan ini langsung bisa diaplikasi di lapangan. Peran masing-masing perusahaan yang ikut di sini akan kelihatan. Sudah banyak yang melakukan BMP-BMP, tapi belum terintegrasi. Ke depan harus terintegrasi dan menjadi role modelnya KSDA,” lanjut Indra.

WhatsApp Image 2018-07-30 at 14.19.31

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono sepakat bahwa tindakan konkrit yang dilakukan perusahaan di wilayah konsesinya dijadikan sesuatu yang baku yang akan menjadi langkah bersama. “BBKSDA sangat mendukung langkah-langkah BMP konservasi gajah yang telah dilakukan perusahaan. Kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini. Saat ini kita menyamakan persepsi tentang penanganan konflik untuk kemudian menindaklanjuti dan melangkah ke depan. Kita akan sinkronkan langkah-langkah yang akan dilakukan,” ungkap Suharyono.

“Best practices bukan berarti praktik mitigasi konflik gajah saat ini yang paling baik sehingga kita berhenti sampai di sini. Praktik terbaik akan berkembang terus sesuai dinamika yang terjadi di lapangan,” tambah Haryono.

Selama dua hari pemaparan materi, sejumlah narasumber kompeten dihadirkan untuk memberi pemahaman dan motivasi kepada peserta. Tidak hanya Kepala KKH Kementerian LHK dan BBKSDA Riau saja yang tampil sebagai narasumber, tetapi juga para praktisi dan akademisi dari Universitas Riau dan Universitas Andalas Padang juga berbagi ilmu dan pengalaman mitigasi konflik gajah. Lebih dari 25 peserta mengikuti antusias setiap pemaparan para narasumber. Pelatihan Best Management Practices (BMP) Konservasi Gajah yang berlangsung empat hari ini, tidak hanya pemaparan materi saja, tetapi juga praktik lapangan.

BBKSDA Riau bersama bersama Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) yang didukung oleh TFCA Sumatera menyelenggarakan pelatihan ini untuk mendorong dan mendampingi sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar Tesso Nilo dan GSK-Balai Raja menerapkan Better Management Practices (BMP). Kegiatan yang dimulai pada Selasa (24/7/2018) kemarin, diharapkan bisa menghasilkan perlindungan dan pengayaan koridor, populasi gajah serta mitigasi konflik gajah.

Menurut Direktur Eksekutif YTNTN, Yuliantony selaku panitia pelaksana, peserta pelatihan berasal dari unsur perusahaan pemegang izin HTI dan HGU, pemerintah daerah, BBKSDA Riau, BTNTN, KPH dan sejumlah LSM di Riau. Setelah sesi penyampaian materi yang berlangsung dua hari, selanjutnya peserta akan mengunjungi salah satu perusahaan di sekitar kantong gajah yang sudah melakukan usaha-usaha konservasi gajah.

“Peserta akan diajak mengunjungi koridor RAPP di sekitar kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Kita akan melihat bagaimana praktik BMP konservasi gajah di perusahaan ini,” tandas Yuliantony.*

Check Also

Dengan bantuan meriam karbit, tim ARQRU menghalau gajah ke dalam kawasan TNTN. Foto YTNTN

ARQRU Siap Bantu Mitigasi Konflik Satwa di Riau

PEKANBARU – Animal Rescue Quick Response Unit (ARQRU) salah satu unit yang dimiliki Yayasan Taman …