Home / Berita / FGD SRAK Gajah Berhasil Kumpulkan Sejumlah Data Penting
Direktur YTNTN, Yuliantony, Kabid Teknis M Mahfud dan Kabid Wilayah I BBKSDA, Hutomo hadir di acara pembukaan FGS Srak Gajah Riau, Rabu (25/4/2018). Foto YTNTN
Direktur YTNTN, Yuliantony, Kabid Teknis M Mahfud dan Kabid Wilayah I BBKSDA, Hutomo hadir di acara pembukaan FGS Srak Gajah Riau, Rabu (25/4/2018). Foto YTNTN

FGD SRAK Gajah Berhasil Kumpulkan Sejumlah Data Penting

PEKANBARU –Forum Group Discussion (FGD) Strategi Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah di Riau, 25-26 April lalu berhasil mengumpulkan sejumlah data-data penting. Diantaranya adalah populasi gajah di delapan kantong gajah di Riau, kondisi habitat, ancaman, konflik dan pihak-pihak yang terlibat di setiap kantong.

nsi pemerintahan, tetapi juga perusahaan dan NGO yang bekerja di Riau. Pada FGD awal, kita sudah mengumpulkan data yang nantinya akan ditindaklanjuti untuk menyusun SRAK Gajah di Riau, kata Direktur Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) Yuliantony, usai FGD di Hotel Grand Suka Pekanbaru.

Acara yang digelar selama dua hari tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Muhammad Mahfud. Dalam sambutannya, ia berharap SRAK yang dihasilkan benar-benar membumi agar mudah diimplementasikan.

Konflik antara gajah dengan manusia perlu ditangani secara efektif dan mengindari korban dari kedua belah pihak. Hindup harmonis antara keduanya harus diciptakan. Rencana aksi yang ingin kita susun ini harus membumi dan mudah dipraktekkan, tidak sebatas keinginan yang muluk. Dengan target sederhana dan mudah dilaksanakan, hasilnya bisa kita rasakan bersama, kata Mahfud.

FGD pengumpulan data dan informasi sebagai bahan pengolahan, analisa serta penyusunan SRAK Gajah Riau ini diikuti sekitar 25 orang dari multi stakeholder di Riau. Selama dua hari acara, seluruh agenda berhasil diselesaikandengan baik yang nantinya dibahas dan dibawa ke pertemuan lanjutan. Foto YTNTN
FGD pengumpulan data dan informasi sebagai bahan pengolahan, analisa serta penyusunan SRAK Gajah Riau ini diikuti sekitar 25 orang dari multi stakeholder di Riau. Selama dua hari acara, seluruh agenda berhasil diselesaikandengan baik yang nantinya dibahas dan dibawa ke pertemuan lanjutan. Foto YTNTN

 

Forum FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber ahli seperti Forum Konservasi Gajah Indonesia, Wisnu Sukmantoro dan Dosen Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau, Devri Yoza, S.Hut, Msi.

FGD yang difasilitasi oleh BBKSDA, YTNTN dan WWF ini merupakan tahapan awal dari sejumlah proses untuk menghasilkan rencana aksi konservasi gajah. Sebelum finalisasi, akan dilakukan uji publik dengan menghadirkan peserta lebih banyak dan lebih luas lagi. (ytntn)

Check Also

Penanaman dilakukan oleh Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Mereka juga yang akan memantau tanaman tersebut hingga tumbuh dengan baik. (Foto YTNTN)

Pengayaan Habitat di Koridor Gajah

PEKANBARU – Guna menjaga agar gajah tetap berada di dalam kawasan Taman Nasional tesso Nilo …