Home / Berita / Pengayaan Habitat di Koridor Gajah
Penanaman dilakukan oleh Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Mereka juga yang akan memantau tanaman tersebut hingga tumbuh dengan baik. (Foto YTNTN)
Penanaman dilakukan oleh Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Mereka juga yang akan memantau tanaman tersebut hingga tumbuh dengan baik. (Foto YTNTN)

Pengayaan Habitat di Koridor Gajah

PEKANBARU – Guna menjaga agar gajah tetap berada di dalam kawasan Taman Nasional tesso Nilo (TNTN), Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) dengan instansi terkait melakukan pengayaan habitat gajah di koridor gajah. Caranya dengan menanam pakan atau tanaman-tanaman yang disuakai gajah.

“Bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN), masyarakat Desa Lubuk Kembang

Bunga dan Desa Air Hitam, kita menanam tanaman yang disukai gajah. Penanaman dilakukan oleh Masyarakat Mitra polhut (MMP) di dua desa tersebut,” kata Direktur YTNTN, Yuliantony di ruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan Tony, jumlah tanaman yang akan ditanam sekitar 5000 pohon dan rumput gajah. Tempatnya di dalam kawasan TNTN yang merupakan jalur lintasan gajah. Luas lahan yang ditanami sekitar 12 hektare (ha) di Resort LKB dan Air Hitam.

Sebelum program penanaman pakan gajah, terlebih dahulu YTNTN bersama peneliti dari Universitas Riau telah melakukan penelitian kondisi fisik habitat gajah di TNTN. Dari penelitian tersebut diperoleh data dan informasi karakteristik lahan yang digunakan dalam kegiatan penanaman pakan gajah di TNTN serta informasi perbaikan atau tindakan terhadap lahan tersebut agar dapat ditanami pakan gajah.

Dari riset tersebut diketahui jenis vegetasi di lokasi penanaman, yaitu terdiri dari akasia, medang, pakis, balik angin, resam, laban, rumput segitiga, pulai, Pakis, ilalang, Meniran, Rumput kerbau. Kondisi suhu berkisar antara 29,8 derajat celcius hingga 32 derajat celcius dengan kelembaban berkisar 75-79%.

“Penanaman baik dilakukan di saat musim penghujan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan air untuk tanaman di lapangan. Lahan juga perlu dibersihkan dari akar-akar tanaman agar bisa tumbuh dengan baik,” kata Defri Yoza, peneliti dari Unri.

Jenis-jenis bibit tumbuhan yang dibutuhkan memiliki ciri bergetah putih dari famili Euphorbiacae, Moraceae dan Apocinaceae. Jenis-jenisnya antara lain terap, beringin, sematung, mahang, tenggek burung, mahang tapak gajah, balik angin, rengas, rotan, karet, nangka, pisang, bambu, jahe-jahean dan rumput-rumputan seperti rumput teki dan pait.

“Berdasarkan data hasil penelitian tahun 2016 lalu, maka kita pilihlah nangka, cempedak, bambu, rumput-rumputan dan jenis lain untuk ditanam di jalur gajah tersebut,” tambah Tony.

“Bibit yang kita tanam akan dimonitor terus oleh tim MPP di dua desa guna mengetahui kebutuhan tanaman akan air, jika perlu dilakukan penyiraman. Untuk menghindari persaingan dengan tanaman yang sudah ada, bibit yang ditanam sebaiknya sudah relatif memiliki tinggi lebih dari 50 cm,” tandas Tony.

Kebutuhan bibit pakan gajah diperoleh dari pembibitan yang dilakukan Kelompok Perempuan Batang Nilo dan Flaying Squad Gondai. Sementara untuk kebutuhan rumput gajah dibeli dari Plaza Ternak Pekanbaru. (ytntn)

Check Also

IMG-20180308-WA0003

Kelompok Perbani Dapat Bantuan 23 Stup Lebah Madu Trigona SP

PEKANBARU – Kelompok Perempuan Batang Nilo (Perbani) kembali menerima bantuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Kali …