Home / Berita / The Threat Hunter Lakukan Simulasi Patroli di Tahura
Sebelum patroli, masing-masing tim melakukan briefing. (Foto YTNTN)
Sebelum patroli, masing-masing tim melakukan briefing. (Foto YTNTN)

The Threat Hunter Lakukan Simulasi Patroli di Tahura

RINDU SEMPADAN – Di hari kedua Pelatihan dan Pemantapan Tim Patroli Satwa (The Threat Hunter), peserta yang berjumlah 16 orang melakukan simulasi patroli di kawasan Tahura Rindu Sempadan, Kamis (28/9/2017) siang. Mereka diminta mencari temuan-temuan pada titik-titik yang menjadi lintasan patroli dan mendokumentasikannya ke dalam sebuah laporan tertulis.

“Sebelum ke lapangan, tim melakukan briefing untuk menyamakan pemahaman. Mereka dibekali peta kawasan, form isian hasil temuan, GPS dan kamera. Apa saja yang mereka temukan di sepanjang perjalanan harus dicatat dan didokumentasikan,” kata Hendra, salah seorang instruktur pelatihan.

(Baca Juga:Tim Patroli Satwa Dapat Pembekalan SAR)

Selama dua jam, empat tim yang dibentuk akan menjelajahi wilayah patroli di empat zona berbeda. Masing-masing tim didampingi oleh satu instruktur yang sudah berpengalaman melakukan patroli satwa.

Tim Patroli Satwa mencatat temuan-temuan di lapangan saat simulasi.
Tim Patroli Satwa mencatat temuan-temuan di lapangan saat simulasi.

“Temuan-temuan dari masing-masing kelompok selanjutnya akan dipresentasikan di kelas untuk kemudian dievaluasi. Sebelum ke lapangan, mereka sudah mendapat pembekalan berbagai teori di hari pertama dari pagi hingga malam hari dari narasumber yang berkompeten,” terang Hendra.

Materi yang mereka dapatkan diantarannya Navigasi Darat, SAR, Survival, Fotografi, Kesehatan Gajah, Sistem Manajemen Informasi dan materi terkait lainnya. Tidak hanya dalam bentuk teori tetapi juga prakteknya.

Yuliantoni selaku koordinator program menjelaskan, kegiatan Pelatihan dan Pemantapan Tim Patroli Satwa yang dilaksanakan tiga hari di Rindu Sempadan, diikuti oleh tim patroli dari tiga lembaga yang tergabung dalam sebuah konsorsium. Mereka adalah WWF, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) dan Himpunan Penggiat Alam (Hipam).

“Kegiatan ini adalah bagian dari Program TFCA Sumatera dilaksanakan secara bersama-sama oleh tiga lembaga. Masing-masing lembaga akan berpatroli di wilayah berbeda. Tim Patroli WWF akan berpatroli di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan Cagar Biosfer. Sementara YTNTN akan berpatroli khusus di kawasan TNTN saja. Sedangkan Hipam akan melakukan patroli di Gian Siak Kecil dan Balai Raja,” tambah Toni.*

Check Also

Kepala BBKSDA Riau, Mahfuds menyampaikan pemaparan tentang strategi perlindungan dan pemulihan kawasan TNTN pada Seminar Kehutanan, Rabu (8/11/2017) di Hotel Pangeran, Pekanbaru.

BBKSDA Siapkan 8 Ribu Ha Untuk 9 Ribu KK di TNTN

PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah mempersiapkan lahan seluas 8000 …