Home / Berita / Tim Patroli Satwa Dapat Pembekalan SAR
Sekitar 15 orang tenaga patroli satwa mendapatkan pelatihan dan pemantapan di Rindu Sempadan, 26-29 September 2017.
Sekitar 15 orang tenaga patroli satwa mendapatkan pelatihan dan pemantapan di Rindu Sempadan, 26-29 September 2017.

Tim Patroli Satwa Dapat Pembekalan SAR

RINDU SEMPADAN – Tim Patroli Satwa atau The Threat Hunter tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendapat pelatihan dan pemantapan sebelum terjun ke lapangan. Pembekalan tersebut diberikan selama tiga hari, Selasa hingga Jumat, 26-29 September di Hotel Rindu Sempadan, Siak. Materinya antara lain terkait SAR, Suvival, Kesehatan Gajah, Navigasi Darat, Fotografi dan lain sebagainya.

Tiga lembaga yang ikut dalam pelatihan tersebut adalah Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN), WWF dan Himpunan Penggiat Alam (Hipam) yang tergabung dalam konsorsium program TFCA Sumatera.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Wilayah 2 BBKSDA, Heru Sudmantoro yang juga tampil sebagai pemateri di hari pertama. Menurut Heru, konservasi harus dijaga secara bersama-sama. “Jangan sampai kita menyesal kehilangan keanekaragaman hayati yang sudah ada sejak bumi ini ada. Kita sudah kehilangan 2 spesies harimau, yaitu harimau Bali dan Jawa,” kata Heru.

(Baca Juga: Tim Threat Hunter Lakukan Simulasi di Tahura)

Hutan sebagai habitat satwa, saat ini sudah berkurang drastis luasannya digantikan oleh kebun. Kondisi tersebut memunculkan konflik antara satwa dengan manusia, karena seringnya gajah masuk ke perkampungan atau kebun masyarakat atau perusahaan.

Peserta pelatihan foto bersama para narasumber pasca acara pembukaan pelatihan dan penguatan.
Peserta pelatihan foto bersama para narasumber pasca acara pembukaan pelatihan dan penguatan.

Direktur YTNTN, Yuliantoni selaku koordinator kegiatan mengatakan patroli satwa penting dilakukan untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi, khususnya di TNTN. “Petugas patroli akan mengidentifikasi permasalahan yang ditemui di kawasan TNTN, menilai, pengayaan habitat, monitoring gajah dan lain sebagainya,” jelas Yuliantoni.

Selain bekal pengetahuan, katanya, tim patroli diberi perlengkapan kendaraan roda dua, GPS, alat komunikasi, kamera dan kebutuhan lapangan lain. “Dalam kurun waktu tertentu, mereka harus menyerahkan laporan hasil pemantauan kawasan selama patroli. Temuan-temuan yang diperoleh tim kemudian dievaluasi dan ditindaklanjuti,” tambah Yuliantoni.*

Check Also

Kepala BBKSDA Riau, Mahfuds menyampaikan pemaparan tentang strategi perlindungan dan pemulihan kawasan TNTN pada Seminar Kehutanan, Rabu (8/11/2017) di Hotel Pangeran, Pekanbaru.

BBKSDA Siapkan 8 Ribu Ha Untuk 9 Ribu KK di TNTN

PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah mempersiapkan lahan seluas 8000 …