Home / Berita / Tim Riset Update Kantong dan Populasi Gajah Siap Diterjunkan
Peserta diberi penguatan di pendopo Flaying Squad Camp TNTN selama tiga hari.
Peserta diberi penguatan di pendopo Flaying Squad Camp TNTN selama tiga hari.

Tim Riset Update Kantong dan Populasi Gajah Siap Diterjunkan

PEKANBARU – Tim Riset Update Kantong dan Populasi Gajah siap terjun ke lapangan untuk memulai aktivitas. Sebelumnya, selama tiga hari, 2-4 September 2017, mereka sudah diberi pelatihan di Flaying Squad Camp Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Anggota tim berasal dari berbagai lembaga seperti WWF, Yasayan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Balai TNTN, Himpunan Penggiat Alam (Hipam), mahasiswa dan masyarakat lokal. Secara serentak, mereka akan bekerja di seluruh wilayah Riau.

“Berbagai tahapan akan kita lalui dalam melakukan riset ini. Tahap awal berupa pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya konservasi gajah dan habitatnya sudah kita lakukan. Hal tersebut penting guna menyamakan persepsi dan peran sebelum riset ke lapangan,” kata Koordinator Riset, Febri Anggriawan Widodo usai penutupan pelatihan, Rabu (5/9/2017).

Pelatihan ditutup oleh Direktur YTNTN, Yuliantony, Rabu (4/9/2017) malam.
Pelatihan ditutup oleh Direktur YTNTN, Yuliantony, Rabu (4/9/2017) malam.

Pelatihan dengan metode sharing pengalaman tersebut, diikuti antusias oleh 25 orang. Mereka akan update kantong gajah yang ada di Riau. Saat ini di Riau ada 9 kantong gajah. “Apakah ada perubahan jumlah kantong di Riau, kita akan update melalui riset yang akan kita lakukan,” terang Febri.

Selain kantong gajah, kita juga akan mencari tahu populasi gajah di Riau melalui temuan-temuan dan metode-metode tertentu. “hasil riset nanti bisa dimanfaatkan oleh stakeholder terkait untuk kepentingan konservasi,” tandas Febri.

Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) sebagai koordinator program, akan men-support semua kebutuhan Tim Riset. “Kegiatan ini akan berjalan selama satu tahun dengan dukungan dana penuh dari TFCA Sumatera,” jelas Direktur Eksekutif YTNTN, Yuliantony.*

Check Also

Kepala BBKSDA Riau, Mahfuds menyampaikan pemaparan tentang strategi perlindungan dan pemulihan kawasan TNTN pada Seminar Kehutanan, Rabu (8/11/2017) di Hotel Pangeran, Pekanbaru.

BBKSDA Siapkan 8 Ribu Ha Untuk 9 Ribu KK di TNTN

PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah mempersiapkan lahan seluas 8000 …