Home / Berita / YTNTN Kirim 8 Penari ke Festival Taman Nasional 2018
Anggota Sanggar Tari Perbani bersemanggat mengikuti latihan, meskipun di Bulan Ramadhan. (Foto YTNTN)
Anggota Sanggar Tari Perbani bersemanggat mengikuti latihan, meskipun di Bulan Ramadhan. (Foto YTNTN)

YTNTN Kirim 8 Penari ke Festival Taman Nasional 2018

PEKANBARU – Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) ikut berpartisipasi pada even nasional Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam, 6-8 Juli mendatang di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta. Bentuk partisipasi itu adalah dengan mengirimkan satu grup penari yang akan tampil di perhelatan puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada 10 Agustus 2018. Selain panggung seni rakyat, akan banyak agenda menarik lainnya di lokasi festival yang ditaja oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini.

“Sebanyak 8 orang penari dan 2 orang pendamping akan berangkat menuju Yogyakarta pada 5 Juli besok. Mereka akan tampil di pentas besar yang akan ditonton banyak orang, utusan berbagai lembaga di seluruh Indonesia. YTNTN merasa perlu berpartisipasi di ajang ini. Ini kesempatan bagi Sanggar Tari perbani, Lubuk Kembang Bunga unjuk kebolehan di ajang yang lebih besar,” kata Direktur Eksekutif YTNTN, Yuliantony, Rabu, 4 Juli 2018.

Mereka akan membawakan tarian yang diberi judul Menangguk. Dijelaskan Tony, Tari Menangguk menggambarkan kehidupan keseharian masyarakat Melayu Petalangan Riau, Kabupaten Pelalawan, khususnya Desa Lubuk Kembang Bunga. Menangkap ikan adalah mata pencarian masyarakat setempat. Salah satu cara menangkap ikan adalah dengan menggunakan alat yang diberi nama Tangguk. Alat tersebut terbuat dari rotan yang dianyam sederhana dengan ukuran tidak terlalu besar.

“Secara tradisional, masyarakat Petalangan memiliki mata pencarian menangkap ikan. Namun kini, hal tersebut sudah banyak ditinggalkan karena hasil tangkapan yang tidak mampu lagi menopang perekonomian keluarga. Salah satu penyebabnya adalah kualitas air sungai yang sudah menurun,” lanjut Tony.

Kelompok Perbani (Perempuan Batang Nilo) adalah binaan konsorsium YTNTN. Selain memiliki sanggar tari, mereka juga diberi pelatihan menganyam pandan, membudidayakan lebah madu, pembibitan tanaman hutan dan masih banyak kegiatan pemberdayaan alainnya yangdiberikan. “Harapan kami, dengan tampilnya mereka di ajang berskala nasional ini, mampu memberikan semangat untuk terus mengembangkan diri,” jelas Tony.

WhatsApp Image 2018-07-04 at 14.34.19

Tema yang diusung pada peringatan Hari Konservasi Alam Nasional kali ini adalah Harmoni Alam dan Budaya Indonesia. Dan pada kesempatan itu, juga akan menjadi momen peluncuran aplikasi Wisata Alam Indonesia dan aplikasi elektronik tiket (e-ticketing) serta jingle baru Ayo ke Taman Nasional.

Melalui aplikasi Wisata Alam Indonesia, masyarakat dapat dengan mudah mengakses info taman nasional dan taman wisata alam, baik keunikan, keindahan dan juga beragam aktivitas wisata yang menarik untuk dilakukan. Sementara melalui aplikasi e-ticketing, masyarakat dapat dengan mudah merencanakan perjalanannya ke taman nasional dan taman wisata alam.

Selain dua aplikasi di atas, KLHK juga meluncurkan jingle, Ayo ke Taman Nasional untuk meningkatkan atensi masyarakat agar mau mengenal keindahan, keunikan dan keanekaragaman hayati yang ada di berbagai kawasan taman nasional di Indonesia. Dengan demikian, masyarakatturut berperan aktif membantu melestarikannya.

Sinopsis Tari Menangguk
Tari menangguk menggambarkan kehidupan keseharian masyarakat Melayu Petalangan Riau, Kabupaten Pelalawan, khususnya Desa Lubuk Kembang Bunga. Menangkap ikan merupakan mata pencarian masyarakat setempat. Menangguk adalah cara mereka menangkap ikan dengan menggunakan alat terbuat dari rotan yang biasa disebut tangguk.

Kegiatan ini dilakukan oleh orang dewasa, remaja dan anak-anak Suku Petalangan. Gerakan-gerakan tarinya menggambarkan kegiatan menangguk seperti jalan menuju sungai, meniti batang, menyauk ikan hingga mendapatkan ikan. Tarian ini berpijak pada gerak dasar Lenggang khas Melayu.

Sauk sono sauk siko
Omo menyauk cai ikan e..
Tangguk sono tangguk siko
Omo menangguk dapat ikan e.. (ytntn)

Check Also

Penanaman dilakukan oleh Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Mereka juga yang akan memantau tanaman tersebut hingga tumbuh dengan baik. (Foto YTNTN)

Pengayaan Habitat di Koridor Gajah

PEKANBARU – Guna menjaga agar gajah tetap berada di dalam kawasan Taman Nasional tesso Nilo …